Alasan Kuat Dua Wilayah Di Liga Indonesia Musim Depan

Alasan Kuat Dua Wilayah Di Liga Indonesia Musim Depan

Alasan Kuat Dua Wilayah Di Liga Indonesia Musim Depan – Liga Super Indonesia musim 2014 harus toleransi dengan banyak agenda. Tercatat ada empat peristiwa yang memakan waktu 23 minggu dari total 52 pekan selama 2014. Jika tidak digelar dua wilayah, kompetisi tidak bisa berlangsung.

Empat event penting 2014 yang pertama ialah pemilihan umum legislatif yang digelar pada 9 April 2014 mendatang. Pemilu, jika ditambah hari kampanye dan lain – lain, akan memakan waktu sekitar 2 pekan. Masuk di bulan keenam, kompetisi terhenti lagi untuk Piala Dunia Brasil, 12 Juni – 13 Juli atau empat pekan.

Disusul pemilihan presiden yang dihelat 9 Juli, kira – kira menghabiskan waktu dua pekan untuk kampanye dan sebagainya. Baru bergerak sedikit, kompetisi sudah libur untuk bulan puasa dan Idul Fitri selama dua pekan.

Tak sampai disitu. Dua jadwal yang tidak bisa diganggu lagi adalah pertandingan tim nasional. Sudah ada tujuh agenda resmi FIFA yang harus diamankan. Pertandingan timnas tersebut jika dikalkulasi sesuai hitungan PT Liga Indonesia menghabiskan liima pekan. Menjelang akhir tahun, gelaran Piala AFF juga menyita waktu mencapai dua bulan untuk pemusatan latihan dan turnamennya.

‘Kami sudah menghitung total 23 pekan dipakai untuk nonkompetisi. Padahal idealnya untuk 18 klub saja memakan 34 pekan. Jadi, musimdepan kalau tidak digelar dua wilayah, Liga Super Indonesia tidak bisa bergulir,’ jelas CEO PT l=Liga Indonesia, Joko Driyono.

Format ideal kompetisi juga masih disusun sembari menyelesaikan verifikasi terhadap 25 klubcalon peserta. Menurut Joko, opsi pertama ialah tetap 22 Klub dengan dua wilayah dan format babak 8 besar home – away sampai semifinal. Selain pengaturan jadwal yang masih rumit, PT Liga Indonesia juga harus menyesuaikan pemanggilan pemain dengan agenda timnas.

Meski harus menyesuaikan dengan banyak jadwal lain, PT Liga Indonesia tetap mengagendakan turnamen pramusim dan Piala Indonesia. Inter Island, sebagai turnamen pembuka Liga Super Indonesia, rencananya akan digelar pada medio Januari. Lalu untuk Piala Indonesia akan digelar usai Liga Super Indonesia. Kemungkinan masih menggunakan format lama dengan 32 tim peserta. Untuk Inter Island dan Piala Indonesia tidak mengalami banyak perubahan meski kompetisi menggunakan format dua wilayah.

Sementara itu, untuk saat ini PSSI dan PT Liga Indonesia masih mengebut proses verifikasi 25 klub. PSSI dipastikan menyampaikan susunan palaing lambat 5 Desember. Penilaian terhadap klub sendiri tidak memaksakan memenuhi standar maksimal karena melihat kondisi yang ada. Meski demikian, PT Liga Indonesia berjanji melakukan verifikasi dengan dua pendekatan, yakni meningkatkan kualitas kompetisi dan menaungi klub sebagai anggota federasi.

‘Yang jelas tim verifikasi akan lebih ketat dan tidak ada kompromi untuk hal – hal yang sifatnya wajib dipenuhi, seperti gaji misalnya’. Tambah kepala Departemen Lisensi Klub PSSI, Tigor Shalamboboy.