Bernd Schuster Akan Bawa Malaga Bangkit Dari Keterpurukan

Bernd Schuster Akan Bawa Malaga Bangkit Dari Keterpurukan

Bernd Schuster Akan Bawa Malaga Bangkit Dari Keterpurukan – Pelatih Malaga Bernd Schuster mengatakan kalau dirinya ingin klub asuhannya itu bangkit dari keterpurukan. Namun demikian ia ingin menggarisbawahi kalau menangani klub besar harus dapat memahami bahwa faktor pemain jauh lebih penting ketimbang pelatih.

Ahli strategi Malaga tersebut memiliki segudang pengalaman baik sebagai pemain maupun pelatih di klub-klub besar, setelah sebelumnya ia juga pernah bermain untuk klub FC Koln, Barcelona, Real Madrid, Atletico Madrid dan Bayer Leverkusen dan kemudian melatih (salah satu diantara klub itu) Shakhtar Donetsk, Madrid dan Besiktas.

 Darah Jerman, yang mengalir kuat dalam darahnya serta kepribadiannya yang kokoh untuk menghindari masa-masa sulit dengan berbagai klub dalam beberapa tahun terakhir, mengatakan bahwa bentrokan tidak bakal terhindari jika pelatih tidak menyadari ada seseorang pemainnya yang protagonis.

“Saya selalu berlatih dengan baik, namun pokok permasalahan yang saya miliki adalah terkadang berkaitan dengan kepribadian,” ungkap Schuster. “Saya pernah mendapatkan binaan dari beberapa pelatih yang tidak menyadari kalau dirinya berada di klub besar, karena sebenarnya pemain itu sendiri yang memiliki peran secara tidak langsung.

“Kepada pihak pendukung, kemudian para wartawan, dan orang-orang penting lainnya, sikap protagonis, keseluruhannya dimiliki oleh pemain. Dan akan ada selalu satu pihak yang tidak dapat memahami hal tersebut dan bahkan bertentangan dengan kami. Tentu saja hubungan seperti ini tidak baik adanya.”

Kehadiran Schuster di Malaga tidak terlepas karena ia menggantikan peran Manuel Pellegrini yang telah hijrah ke Manchester City sejak awal musim ini, dan pihak pemilik klub asal Qatar konon telah berdiskusi cukup banyak mengenai proyek jangka panjang miliknya, meski perjalanan di awal musim ini sepenuhnya kurang baik setelah melepas beberapa pemain bintangnya – Isco, Jeremy Toulalan, Martin Demichelis dan Javier Saviola.

 Meskipun pihak pendukung klub telah menyerukan kepada pelatih berkebangsaan Jerman itu untuk hengkang dari klub kesayangannya setelah takluk 2-1 dari Athletic Bilbao di akhir pekan kemarin, ia mengatakan kalau dirinya bertugas untuk jangka panjang.

“Saya sangat bahagia bisa berada di klub ini,” imbuh Schuster.

“Ini merupakan proyek jangka panjang, karena kami menyadari bahwa sejumlah pemain utama di musim lalu kini telah tiada, namun ide gagasan untuk membangun sebuah tim yang baru dan mengimplementasikan gaya bermain yang baru tentu tidak dibutuhkan hanya sekejap waktu. Jujur saya sangat senang dengan kondisi ini dan saya mencintai kota ini, iklim dan suasananya – sungguh luar biasa.”

Kendati menghabiskan karirnya sebagian besar di negara Spanyol, Schuster, 53 tahun, mengatakan kalau dirinya menyukai ide untuk bekerja di kampung halamannya suatu hari nanti.

“Saya ingin sekali melatih di Jerman suatu hari nanti dan mengambil semua pengalaman saya di Eropa, baik pengalaman ketika saya masih menjadi pemain di Spanyol dan juga pelatih di negara tersebut,” lanjutnya.

“Tentu saya juga menjadi menjembatani hubungan antara Spanyol dan Jerman, yang sangat baik dalam membangun sebuah komposisi tim dan bermain sepakbola yang baik. Seorang Jerman telah melakukan tugasnya dengan baik di Spanyol, dan kini berganti, Spanyol memberikan dampak sepakbola yang sangat baik kepada Jerman.”

Salah satu contoh pelatih Spanyol yang sukses dalam waktu singkat adalah Pep Guardiola, yang merupakan mantan pelatih sukses untuk Barcelona selama beberapa musim dan kini menukangi salah satu tim yang belum terkalahkan di kompetisi domestik maupun Eropa.