Kemampuan Christian Benteke Mulai Menurun

Kemampuan Christian Benteke Mulai Menurun

Kemampuan Christian Benteke Mulai Menurun – Paul Lambert menuduh performa menurun yang ditunjukkan Christian Benteke akibat ulahnya sendiri. Tekad dan keinginan sang penyerang Aston Villa itu sudah memberikan target yang cukup berat di waktu lalu sehingga sempat menguras fokus dan staminanya di musim lalu.

Karena itu sang pelatih menganggap kalau anak asuhannya itu tidak dapat tampil prima lagi di musim ini dan cenderung kesulitan untuk menorehkan gol ke gawang lawan.

Benteke, yang akan berusia 23 tahun pada pekan ini, memiliki peran sentral sebagai salah satu ujung tombak Villa di musim ini, namun dalam tujuh pertandingan belakangan, ia sama sekali tidak dapat mencetak satu gol pun.

Lambert menyadari bahwa kemampuan menurun penyerang internasional Belgia itu hanya sementara namun ia menyadari kalau performanya itu bahkan menurun drastis dibandingkan musim lalu, ketika ia mampu tampil menggebu-gebu dan menorehkan 23 gol di seluruh kompetisi pada masa debutnya.

“Saya yakin Christian merupakan salah satu korban dari kesuksesannya pribadi, namun saya tahu hal ini bersumber dari dirinya sendiri,” tutur Lambert.

“Tidak ada satu orang pun yang dapat disalahkan olehnya, karena ia sudah mematok standar permainan yang tinggi bagi dirinya sendiri dan ketika anda sedang berada di bawah, maka hal itu bisa saja terjadi.

“Tentu kini merupakan tantangan baru bagi dirinya agar bisa kembali menemukan ketajamannya lagi. Mungkin orang-orang  lupa bahwa usianya masih sangat muda, dan menganggap ia sudah bertahun-tahun berada di sini. Saya yakin ia akan kembali lagi.

“Mungkin saya berasumsi, bahwa ia kesulitan untuk menciptakan gol akhir-akhir ini, namun hal ini tentu saja lumrah.

“Saya beruntung bisa memiliki seorang penyerang berkelas dunia dan saya melihat bagaimana ia bisa beradaptasi dengan cepat di sini.

“Mungkin semua orang pernah mengalaminya dan demikian juga Christian. Ia hanya membutuhkan sentuhan terbaiknya lagi untuk menciptakan gol, agar bisa kembali ke jalurnya.”

Performa Benteke tidak hanya menurun dari segi produktifitas gol, namun juga tingkat konsentrasinya. Meski demikian, Lambert mencoba untuk menepi semua anggapan kalau beban timnya diberikan kepadanya.

“Saya tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh sebagian banyak orang,” ungkap Lambert.

“Bagaimana anda bisa membaca gerak tubuh seseorang? Apakah seseorang ada yang mulai bermain suatu video game dan kemudian mempelajari Benteke?

“Ia hanya kesulitan untuk menciptakan gol saat ini, dan tidak bermain sebagaimana biasanya, seperti yang telah ditunjukkan olehnya di musim lalu. Bahkan performanya musim lalu saya bilang sangat hebat, karena ia masuk dalam kriteria penyerang tersubur di belakang Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

“Mungkin standar permainannya memang tinggi, tetapi ketika sentuhan itu hilang dan menurun, tentu akan mempengaruhi segala sesuatunya dan bagi sebagian pihak hal ini seperti mimpi buruk, dan demikian juga bagi anda yang menyaksikan penampilannya.”