Mimpi Cerezo Osaka Di J League

Mimpi Cerezo Osaka Di J LeagueMimpi Cerezo Osaka Di J League – Sistem akademi Cerezo Osaka mulai melanjutkan tradisi mereka dimana menghasilkan para pemain berbakat dan juga pemain berkualitas. Para pemain seperti Yoichiro Kakitani, Hotaru Yamaguchi, Yusuke Maruhashi, dan juga Ryo Nagai, Kenyu Sugimoto, serta Takumi Minamino saat ini sudah membela skuad Cerezo Osaka di kompetisi J League.

Dan system akademi ini memang membuat beberapa tim Liga Utama Jepang atau J League mampu meraih kesuksesan dalam waktu yang relatif singkat. Dan menggunakan pemain muda di skuad mereka jelas menjadi salah satu langkah yang sudah mereka lakukan. Cerezo sendiri juga melakukan hal tersebut. Fokus utama Cerezo di tingkat junior adalah permasalahan teknik. Hal tersebut mereka konsentrasikan saat memilik pemain guna masuk ke dalam tim junior mereka. Selain teknik, kepribadian juga menjadi salah satu factor yang mereka tentukan.

Dan cara latihan yang dilakukan oleh yuji Okuma, pelatih Cerezo U 18 adalah Minamino. Pemain yang sudah berusia 19 tahun tersebut mampu masuk ke dalam skuad utama musim lalu. Bomber haus gol ini memang cukup lemah dalam membantu pertahanan. Oleh sebab itu ia diberikan tambahan dalam sesi latihan. Minamino sendiri akhirnya mampu memperlihatkan perkembangannya tersebut dan masuk ke dalam skuad tim nasional sebagai pemain pelapis dalam skuad Alberto Zaccheroni.

Cerezo sendiri juga mengambil keuntungan dari langkah berani mereka yang sudah dilakukan sejak 2007 yaitu Hanasaka Club dimana merupakan kelompok penggalangan dana yang ditujukan guna program tim junior. Demi mendukung Cerezo Osaka, Hanasaka sendiri memang mengembangkan para pemain yang akan di seleksi untuk masuk ke dalam klub tersebut. Ditambah lagi mereka juga menggunakan dana guna membantu biaya tim muda untuk bersaing di luar negeri. Dan 2 pemain yang merupakan jebolan dari Hanasaka adalah Yamaguchi dan juga Kakitani yang mewakili Cerezo dan juga Jepang di perhelatan Piala Dunia.

Namun tidak semua pemain bisa menembus tim utama. Selain teknik, mental juga menjadi perhatian utama di dalam pemilihan pemain. Pemain yang memiliki motivasi lebih tentu akan mendapatkan perhatian dari staf pelatih Cerezo tersebut. Jika pemain tidak terpilih untuk masuk ke dalam skuad, biasanya akan melanjutkan ke tingkat universitas. Dan salah satu yang berasal dari turnamen universitas adalah Yuki Kotani yang berasal dari Universitas Kansai. Ia akhirnya bergabung dengan tim senior Cerezo.

Dan sebagian pemain inti dalam skuad Cerezo Osaka saat ini memang merupakan pemain dari binaan akademi yang ditempuh dengan system kompetisi yang cukup intensif guna mendapatkan 1 tempat di skuad utama. Dan mulai musim ini para pemain junior bisa menikmati latihanbersama para pemain senior yang absen di laga J League. Dan kiprah Cerezo Osaka sendiri tidak berhenti. Mereka baru saja menandatangani kerja sama dengan skuad Borussia Dortmund guna mengembangkan para pemain muda. Tentu mimpi Cerezo memiliki pemain yang berlaga di Piala Dunia dan klub besar Eropa bisa terwujud.