Sergio Aguero Berkelakar Tentang Lionel Messi

Sergio Aguero Berkelakar Tentang Lionel MessiSergio Aguero Berkelakar Tentang Lionel Messi – Sergio Aguero telah bergurau dengan mengatakan bahwa rekan satu timnya di tim nasional Argentina yaitu Lionel Messi bercita-cita untuk menjadi pemain yang sebaik dia, bukan sebaliknya.

Pemain lini depan Manchester City itu menjadi bintang sebagaimana klub yang dibelanya berhasil memenangkan gelar juara Liga Premier Inggris pada hari terakhir pada musim ini, sementara itu Messi yang membela Barcelona gagal mempertahankan gelar juara La Liga Spanyol di laga terakhir merkea setelah gagal mengalahkan sang juara Atletico Madrid.

Ketika ditanya dalam sebuah wawancara apakah dia berpikir bahwa dia dapat mencapai level dari peraih empat kali Ballon d’Or tersebut – yang mana dia pernah sekali mengatakan dia ingin menjadi sepertinya – Aguero mengaku keinginannya untuk menjadi pemain lini depan terbesar dalam sepakbola, akan tetapi bercanda dengan mengatakan bahwa Messi yang ingin menjadi seperti dia.

“Mari berharap saya suatu hari nanti bisa menjadi pemain terbaik di dunia. Akan tetapi tunggu sebentar – Saya tidak bermimpi tentang menjadi seperti Messi… karena dia yang bermimpi menjadi seperti saya!”

Nigeria, Iran dan juga Bosnia merupakan saingan Argentina di babak penyisihan grup di Piala Dunia dan Aguero meyakini bahwa anak buah Alejandro Sabella terus berjalan hingga akhir.

“Piala Dunia itu selalu sulit, namun tentu saja saya berharap agar Argentina yang akan menang. Tentu saja saya yakin bahwa Argentina bisa menang.”

“Spanyol, Brasil dan Jerman juga cukup kuat. Mereka semua tim yang baik, akan tetapi laga itu ada untuk dimenangkan. Saya tidak percaya bahwa Argentina memiliki satu grup yang mudah. Di Piala Dunia tidak ada permainan yang mudah.”

Aguero menegaskan rasa percaya dirinya tidak akan terpengaruh jika dia tidak memulai turnamen dengan mencetak gol. Dia mengalami satu masa yang tandus di Olimpiade 2008 sebelum kemudian berhasil memenangkan medali emas.

“Jika saya gagal mencetak gol di babak penyisihan grup, saya bisa terus percaya bahwa saya akan mencetak gol di babak knock out, karena hal itu sudah terjadi pada saya.”

“Itu terjadi di Beijing pada Olimpiade. Saya berada di starting XI sepanjang babak penyisihan grup dan saya tidak mencetak gol. Kemudian pada babak perempat final saya juga tidak mencetak gol, akan tetapi pelatih tetap percaya pada saya dan di babak semi final saya mencetak dua gol. Dan, di atas itu semua, melawan Brasil!”

“Jadi saya tahu bahwa saya akan merasa percaya pada diri saya sendiri karena saya telah mengalami situasi yang tepat seperti itu.”

“Kamu harus tetap tenang dan percaya bahwa gol akan datang. Kamu mungkin akan mencetak banyak gol di babak penyisihan grup dan kemudian tidak ada gol di tahap selanjutnya. Sepakbola merupakan satu permainan yang aneh.”